AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Warga Pemulung Tamangapa Makassar Gelar Unjuk Rasa, Tolak Kebijakan Pemilahan Sampah.


Berita Online Sulawesi, Makassar — Ratusan warga yang berprofesi sebagai pemulung menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di Jalan AMD Borong Jambu, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa (28/7/2026).

Aksi yang dimulai sejak pukul 08.40 WITA ini dipicu oleh penolakan warga terhadap program baru Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengenai pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.

Pemulung mengkhawatirkan kebijakan tersebut akan mengikis aktivitas perekonomian mereka yang selama ini bergantung pada proses pengumpulan dan pemilahan sampah manual di kawasan TPA.


Pemulung beranggapan program wajib pilah sampah akan mengurangi pendapatannya. Hal ini lantaran sampah plastik atau kertas yang selama ini diandalkan pemulung untuk meraup rezeki, menjadi berkurang.

"Jadi kalau tidak ada mi (sampah) plastik mau didapat (untuk dijual), apa mau dimakan anak-anakku. Nah itu saya bayar sekolah begitu," ucapnya.

Aksi orasi menggunakan pengeras suara tersebut disertai penutupan jalur masuk utama, yang mengakibatkan belasan armada truk pengangkut sampah sempat tertahan dan tidak bisa beroperasi.

Sekitar 100 orang massa membentangkan spanduk bertuliskan “KEMBALIKAN HAK PEMULUNG” dan “KAMI MENOLAK SAMPAH RESIDU”

Video aksi demo warga pemulung TPA Antang 

Personel Polsek Manggala yang dipimpin langsung Wakapolsek AKP H. Abd. Rahman tiba di lokasi untuk mengamankan situasi. Petugas mengedepankan pendekatan persuasif guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib tanpa memicu gesekan.

Sekitar pukul 10.20 WITA, Kasi Trantib dan Penegakan Perda Kecamatan Manggala, Muhammad Restu Ramadhani, menemui para demonstran. 

Dalam dialog awal tersebut, warga menyampaikan tuntutan untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar. Pihak kecamatan menyarankan pemulung mengajukan permohonan audiensi resmi. Namun, usulan itu sempat ditolak massa yang memilih bertahan melancarkan aksinya.

Ketegangan mulai mereda saat Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ferdy Mochtar, tiba di lokasi pukul 10.48 WITA. Ferdy memberikan penjelasan bahwa Pemkot Makassar akan tetap memperhatikan nasib para pemulung. 



Pihaknya berjanji melakukan kajian mendalam guna mencari titik temu agar program pengelolaan sampah modern tetap berjalan tanpa mengabaikan mata pencaharian warga lokal.

Setelah negosiasi yang alot namun kondusif, didampingi imbauan humanis dari AKP H. Abd. Rahman pada pukul 11.05 WITA, massa akhirnya melunak. 

Akses jalan masuk TPA Tamangapa resmi dibuka kembali secara sukarela pada pukul 11.24 WITA.

Truk-truk pengangkut sampah yang sempat tertahan pun kembali beroperasi normal. Massa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 11.38 WITA, dan seluruh rangkaian aksi dinyatakan berakhir aman serta terkendali pada pukul 11.40 WITA. (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026