Pastikan Gunung Sari Siap Tempur di Lomba Kelurahan Sulsel, Sekda Makassar Turun Langsung Pantau Persiapan
Berita Online Sulawesi, Makassar — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memantau langsung finalisasi persiapan Kelurahan Gunung Sari menjelang penilaian Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (24/7).
Didampingi Asisten III Pemkot Makassar Firman Pagarra beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekda menyisir sejumlah titik yang menjadi fokus indikator penilaian di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Andi Zulkifly mengevaluasi berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, hingga ketahanan ekonomi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Beberapa pilar utama seperti pengelolaan bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga keberadaan Koperasi Merah Putih tak luput dari pemeriksaannya.
Menurut mantan Lurah Lakkang ini, kunci kekuatan Kelurahan Gunung Sari terletak pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mulai dari organisasi kepemudaan, ketua RT/RW, pengurus koperasi, hingga kelompok warga pengelola program pemberdayaan, semuanya bahu-membahu menyambut ajang tingkat provinsi ini.
“Hari ini kami melakukan pemantauan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian pada hari Senin. Tema lomba kali ini mencakup ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi melalui UMKM. Di Kelurahan Gunung Sari kami melihat berbagai titik penilaian, mulai dari pemberdayaan masyarakat, bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga Koperasi Merah Putih,” ujar Andi Zulkifly.
Secara umum, persiapan Kelurahan Gunung Sari dinilai sudah berjalan cukup baik. Salah satu poin krusial yang mendapat apresiasi adalah keaktifan Koperasi Merah Putih yang menjadi indikator utama penilaian. Bagi Sekda, keberadaan koperasi tidak boleh sekadar formalitas di atas kertas, melainkan harus dibuktikan dengan perputaran usaha yang nyata.
“Koperasi Merah Putih menjadi salah satu indikator utama penilaian. Karena itu, saya meminta pada hari penilaian nanti koperasi benar-benar menunjukkan aktivitasnya. Di Gunung Sari, Alhamdulillah, kepengurusannya lengkap, aktivitasnya berjalan, dan core business-nya jelas, seperti penjualan beras, gas LPG 3 kilogram, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya,” terangnya.
Meski demikian, tim pemantau tetap memberikan sejumlah catatan evaluasi untuk disempurnakan sebelum tim penilai provinsi tiba di lokasi. Aspek kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, dan penguatan peran nasabah pada bank sampah lokal diminta untuk terus ditingkatkan dalam sisa waktu yang ada.
“Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama meningkatkan aktivitas bank sampah dan memperbanyak partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Aktivitas masyarakat dalam pengelolaan sampah harus semakin terlihat karena itu juga menjadi bagian penting dari penilaian,” tegas mantan Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar tersebut.
Ia pun berharap seluruh kekurangan teknis dapat dituntaskan dengan cepat sehingga Kelurahan Gunung Sari mampu tampil optimal dan membawa nama harum Kota Makassar di tingkat yang lebih tinggi.
“Alhamdulillah, hasil pemantauan hari ini cukup baik. Mudah-mudahan seluruh kekurangan bisa segera disempurnakan sehingga pada penilaian hari Senin nanti Kota Makassar dapat memberikan hasil terbaik dan mewakili Sulawesi Selatan pada tingkat nasional,” pungkasnya. (*)







