Postingan

Menampilkan postingan dengan label OPINI
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447H / 2026M MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN | AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MULIA : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

OPINI: Membaca Ulang Kebijakan Pendidikan Kita Ditengah Alasan Anak SD NTT Bunuh Diri

Gambar
Penulis: Muhlis M., S.Pd., Gr., M.Pd.  Plt SD Negeri Maccini 2  Makassar  Sekretaris PGRI Cabang Makassar Berita Online Sulawesi.Com - Dunia pendidikan kembali berduka. Seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia dalam kondisi gantung diri setelah mengalami tekanan berat yang dipicu keterbatasan ekonomi keluarga, terkait ketidakmampuan orang tua menyediakan perlengkapan belajar sederhana seperti buku dan alat tulis. Peristiwa ini mengguncang nurani publik dan menjadi alarm keras bahwa kebijakan pendidikan kita masih jauh dari menyentuh kebutuhan paling mendasar peserta didik. Kasus ini menyingkap ironi besar dalam pengelolaan pendidikan nasional. Di tengah maraknya kebijakan yang menonjolkan aspek administratif, seremonial, dan proyek-proyek nonprioritas, masih ada anak-anak yang kesulitan mengakses alat belajar paling elementer. Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman dan inklusif, namun realitas menunjukkan adanya ...

OPINI: Pendidikan Ramai Program, Guru Sepi Perhatian

Gambar
Oleh: Abdul Aziz, S.Pd Guru SD Negeri 4 Sawojajar Berita Online Sulawesi.Com  - Di ruang-ruang guru yang dindingnya mulai pudar, suara protes pelan-pelan berubah menjadi gema. Bukan teriakan keras, bukan demonstrasi besar-besaran, tetapi keluh kesah yang terus berulang: tentang gaji yang tak layak, tentang pengabdian yang tak kunjung dihargai, tentang janji kesejahteraan yang selalu datang belakangan. Ironisnya, keluhan itu menguat justru ketika negara mengumumkan kabar lain: pegawai SPPG disebut-sebut siap diangkat menjadi PPPK, dengan gaji yang lebih besar dan status yang lebih pasti. Di titik ini, para guru honorer merasa seperti berdiri di halaman sekolah sendiri, tetapi tak pernah dianggap sebagai tuan rumah. Masalahnya bukan sekadar soal nominal gaji. Ini soal rasa keadilan yang terasa pincang. Guru honorer selama bertahun-tahun mengajar dengan upah yang bahkan kadang kalah dari buruh harian, menyiapkan bahan ajar dengan biaya pribadi, mengoreksi tugas hingga larut malam, dan...

OPINI: Pola Pikir Bijak dalam Kehidupan Sehari Hari sebagai Dasar Menjalani Hidup Lebih Tenang

Gambar
Berita Online Sulawesi.Com - Dalam kehidupan yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang merasa lelah bukan karena aktivitas fisik, melainkan karena pikiran yang terus bekerja tanpa henti. Tuntutan sosial, tekanan pekerjaan, hingga ekspektasi dari lingkungan sering kali membuat seseorang bereaksi secara impulsif. Di sinilah pola pikir bijak dalam kehidupan sehari hari memiliki peran penting sebagai fondasi untuk menjalani hidup dengan lebih sadar dan seimbang. Pola pikir bijak bukan tentang menjadi sempurna atau selalu benar. Ini lebih kepada cara seseorang memandang situasi, mengambil keputusan dan merespons hal-hal kecil yang terjadi setiap hari dengan kepala dingin. Memahami Arti Bijak dalam Konteks Kehidupan Modern Bijak sering disalahartikan sebagai sikap pasif atau terlalu mengalah. Padahal, kebijaksanaan justru lahir dari kemampuan memahami diri sendiri dan kondisi sekitar secara objektif. Orang dengan pola pikir bijak mampu membedakan mana hal yang perlu ditanggapi serius ...

OPINI: Menulis Sebuah Keterampilan yang Terabaikan di Tengah Tugas Mengajar

Gambar
Berita Online Sulawesi.Com - Di banyak ruang kelas hari ini, kita menyaksikan paradoks yang menarik sekaligus ironis. Guru-guru begitu fasih berbicara di depan kelas, piawai menjelaskan konsep rumit dengan bahasa lisan yang mengalir, dan cekatan menyusun RPP serta berbagai dokumen administratif lain yang menuntut ketelitian tinggi. Namun, ketika diminta menulis sebuah refleksi sederhana, esai pendek, atau narasi pengalaman mengajar, tidak sedikit yang mendadak canggung, ragu, bahkan merasa terintimidasi oleh layar kosong dan kursor yang berkedip. Menulis, keterampilan yang sejatinya dekat dengan dunia pendidikan, justru sering tersisih dan dianggap sebagai kemampuan tambahan yang tidak mendesak. Padahal, menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata, melainkan alat refleksi yang memungkinkan guru berdialog dengan dirinya sendiri, sarana ekspresi yang memberi ruang pada emosi dan gagasan, serta fondasi literasi yang menopang seluruh proses belajar. Ketika guru jarang menulis atau tam...