AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Masyarakat Menunggu Langkah Tegas dari Kejari Makassar

Kantor Kejaksaan Negeri Makassar (Foto: Ist)


Berita Online Sulawesi, Makassar — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar resmi memulai penelusuran terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar.

Langkah hukum ini diambil menyusul beredarnya isu dan video pengakuan yang mencoreng institusi pendidikan tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Sulfikar SH, MH mengungkapkan bahwa tim intelijen saat ini tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sebagai langkah awal untuk mendalami kasus tersebut.

“Tim saat ini sudah mulai full baket, sementara melakukan penelusuran terkait informasi yang beredar,” ujar Sulfikar saat memberikan keterangan pada Senin (6/7/2026).

Sulfikar menambahkan bahwa proses penelusuran ini masih berada dalam tahap awal, sehingga pihak kejaksaan belum dapat membeberkan perkembangan lebih jauh ke publik.

Ia meminta semua pihak untuk memberikan ruang bagi tim kejaksaan dalam menuntaskan tugasnya.

“Kami akan menginformasikan lebih lanjut. Biarkan teman-teman kejaksaan bekerja terlebih dahulu,” tuturnya.

Terkait peluang adanya pemanggilan saksi atau pihak-pihak yang namanya terseret dalam pusaran kasus ini, Sulfikar menegaskan bahwa hal tersebut sangat bergantung pada hasil rampungan pulbaket di lapangan.

“Terkait agenda pemanggilan setelah rampung pengumpulan pulbaket, apabila dibutuhkan maka akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait,” jelasnya secara tegas.

Kasi Intelijen Kejari Makassar, Sulfikar, SH.,MH






Bermula dari Video Pengakuan Berdurasi 6 Menit

Kasus dugaan korupsi dan nepotisme ini mencuat ke publik setelah sebuah rekaman video berdurasi 6 menit 13 detik viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) secara blak-blakan membeberkan adanya dugaan praktik transaksional dalam penentuan jabatan kepala sekolah.

Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan keterlibatan sejumlah pihak, baik dari internal maupun eksternal Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Beberapa nama pejabat aktif di lingkungan Disdik Makassar yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) hingga Kepala Seksi (Kasi) ikut terseret dan disebut secara eksplisit dalam video pengakuan tersebut.

Kini, masyarakat menunggu langkah tegas dari Kejari Makassar untuk membongkar tuntas dugaan praktik culas yang dinilai dapat merusak integritas dunia pendidikan di Kota Makassar. (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026