Buka Diktuk Bintara Gelombang II TA 2026, Kapolda Sulsel Tekankan Integritas dan Kurikulum Berbasis OBE
Berita Online Sulawesi, Makassar — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026.
Upacara tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel pada Senin (20/07/2026).
Turut hadir dalam kegiatan ini Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel, serta jajaran jajaran pendidik dan pengasuh SPN Polda Sulsel.
Pada gelombang ini, sebanyak 140 peserta didik resmi memulai perjalanan pendidikan mereka di SPN Polda Sulsel. Adapun rincian peserta didik tersebut berasal dari pengiriman beberapa wilayah dan satuan kerja, meliputi:
Polda Sulsel: 60 orang
Polda Sulut: 34 orang
Polda Sulteng: 23 orang
Polda Gorontalo: 12 orang
Polda Sultra: 10 orang
Log Polri: 1 orang
Penekanan Moral, Integritas, dan Program Prioritas
Membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar lainnya.
"Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT TA 2026. Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini. Oleh karena itu, jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya," tegas Irjen Pol. Djuhandhani saat membacakan amanat.
Pendidikan Bintara Polri TA 2026 ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif."
Dalam amanat tersebut ditekankan bahwa moral dan integritas wajib menjadi fondasi utama insan Bhayangkara. Kewenangan kepolisian yang luas tanpa dilandasi moralitas berpotensi memicu penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) serta merusak kepercayaan publik.
Selain itu, keterlibatan Polri dalam mendukung program strategis pemerintah merupakan manifestasi dari filosofi "Tata Tentram Kerta Raharja" menciptakan kamtibmas yang kondusif demi menjamin keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Penerapan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE)
Hal baru dan strategis dalam Diktukba berkualifikasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) TA 2026 ini adalah penerapannya yang mengacu pada kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Melalui metode OBE, keberhasilan pendidikan tidak lagi sekadar diukur dari penuntasan materi di kelas, melainkan menitikberatkan pada:
1. Capaian akhir lulusan (output & outcome).
2. Pembentukan karakter, sikap, dan kompetensi riil di lapangan.
3. Kemampuan mengimplementasikan tugas pokok secara profesional dan terukur.
Mengakhiri amanatnya, Kapolda Sulsel berpesan agar seluruh peserta didik mengikuti masa pendidikan dengan disiplin tinggi, menjaga kesehatan, serta menjunjung tinggi moralitas. Diharapkan kelak mereka dilantik menjadi anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya (Proter). (*)









