Mengguncang Makassar, Puncak HUT ke-46 Dekranas Hadirkan Konsep Terintegrasi dan Ratusan Stan UMKM Nusantara
Berita Online Sulawesi, Makassar – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) secara resmi mengumumkan pelaksanaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang akan digelar pada 8–11 Juli 2026 di Trans Studio Mall (TSM), Makassar.
Perhelatan berskala nasional ini diproyeksikan menjadi momentum strategis untuk mempromosikan kekayaan kerajinan, wastra, serta kuliner Nusantara, sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia di pasar domestik maupun internasional.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini mengusung konsep yang jauh lebih terintegrasi. Rangkaian pelayanan prima kepada para tamu bahkan sudah dimulai sejak menapakkan kaki di bandara hingga memasuki area pameran.
Sejak pertama kali tiba di Makassar, para tamu dan pengunjung akan langsung dimanjakan dengan atmosfer budaya yang kental. Alunan musik tradisional kecapi serta atraksi menenun secara langsung (live weaving) siap menyambut kedatangan mereka.
Konsep ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman khas sekaligus memperkenalkan keramahan dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan sejak detik pertama.
Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar kesuksesan seremonial semata. Lebih dari itu, acara ini ditargetkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan industri kreatif.
"Kami tidak hanya mempersiapkan rangkaian kegiatan resmi HUT ke-46 Dekranas, tetapi juga ingin memastikan seluruh tamu yang datang ke Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, memperoleh pengalaman yang berkesan. Kami ingin menghadirkan rasa aman, nyaman, serta pelayanan informasi yang baik sehingga mereka membawa pulang kesan positif tentang Sulawesi Selatan," ujarnya.
Ragam Produk Unggulan dan Festival Kuliner
Pameran HUT ke-46 Dekranas ini dipastikan akan berlangsung meriah dengan menghadirkan lebih dari 300 stan yang diisi oleh pelaku UMKM dan perajin terbaik dari berbagai penjuru Indonesia. Pengunjung dapat melihat langsung beragam produk unggulan, seperti:
Tenun sutra yang menawan.
Tas anyaman tudung khas Luwu Timur.
Anyaman lontar yang telah diakui di tingkat nasional.
Tak hanya pameran kerajinan dan wastra, mata pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, termasuk atraksi tangkas Paraga.
Bagi para pencinta kuliner, tersedia festival makanan yang menghadirkan aneka hidangan khas yang merepresentasikan cita rasa dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Melalui kemasan acara yang apik dan integrasi pelayanan yang matang, rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi magnet pariwisata, tetapi juga menjelma sebagai sarana promosi yang efektif.
Tujuan akhirnya adalah memperluas akses pasar bagi produk lokal dan memperkokoh posisi UMKM Indonesia di kancah nasional maupun global. (@rr)









