AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Golkar Sulsel di Bawah IAS: Dinilai Ibarat "Mesin Tua" yang Harus Mampu Kejar Kecepatan Milenial dan Gen Z


Berita Online Sulawesi, Makassar - Kepemimpinan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dinilai menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan perubahan karakter pemilih.

Penyegaran struktur kepengurusan menjadi langkah krusial agar partai berlambang pohon beringin tersebut tetap kompetitif menyongsong Pemilu 2029.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Endang Sari, mengibaratkan Golkar sebagai "mesin tua" yang masih kokoh dan memiliki akar organisasi yang kuat. 

Namun, mesin yang solid tersebut kini harus dipacu untuk mengimbangi dinamika politik zaman modern.

"Golkar Sulsel ibarat mesin tua yang solid dan berakar. Tetapi mesin yang solid itu sekarang menghadapi tantangan kecepatan politik yang dimainkan generasi milenial dan Gen Z," kata Endang pada Rabu (22/7/2026).

Menurut mantan Komisioner KPU Makassar ini, IAS yang dikenal berbekal pengalaman panjang di dunia politik dituntut untuk membawa gaya kepemimpinan yang relevan dengan konteks zaman. 

Perubahan peta pemilih yang kini didominasi generasi muda baik secara nasional maupun di Sulawesi Selatan membuat pola-pola lama tidak lagi bisa diandalkan.

Endang mendorong agar DPD I Golkar Sulsel maupun kepengurusan di tingkat daerah tidak sekadar mengandalkan kader senior, tetapi juga memberikan porsi lebih besar bagi anak muda.

"Golkar perlu menyusun struktur pengurus baru yang mampu mengakomodasi kader-kader berusia di bawah 40 tahun. Itu penting untuk menjangkau pemilih milenial dan Gen Z," ujarnya.

Pengamat Politik Unhas, Endang Sari



Tak hanya meremajakan struktur, pendekatan dan isu yang diusung pun dinilai perlu diperbarui. 

Endang menyebut gagasan politik Golkar harus menyentuh hal-hal yang dekat dengan perhatian pemilih muda, seperti ketersediaan lapangan kerja, semangat antikorupsi dan anti nepotisme, kesempatan kerja berbasis kompetensi, hingga jaminan kebebasan berekspresi.

Ia menegaskan, keunggulan utama Golkar selama ini terletak pada soliditas struktur dan jaringan politik yang mengakar hingga ke bawah. 

Namun, modal berharga tersebut harus diimbangi dengan adaptasi terhadap gaya politik generasi baru yang serba cepat, kolaboratif, dan akrab dengan media sosial.

"Golkar tetap memiliki modal sebagai partai yang kuat. Tetapi tantangannya sekarang adalah bagaimana mengimbangi kecepatan dan gaya politik anak muda. Karena itu, penyegaran kepengurusan dan pembaruan isu politik menjadi kebutuhan agar Golkar tetap menjadi partai yang relevan di masa depan," pungkas Endang. (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026