Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Sulsel: Transformasi Digital Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!
Berita Online Sulawesi, Makassar — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel), Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel pada Selasa (14/07/2026).
Acara penting ini turut dihadiri oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel, para Kasat Intelkam Polres jajaran, serta perwakilan personel dari satuan kerja Mapolda Sulsel.
Dalam sambutan pembukanya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi menuntut kepolisian untuk terus beradaptasi. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar opsi tambahan dalam bertugas.
"Transformasi digital saat ini bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan yang harus dihadapi oleh seluruh jajaran, khususnya fungsi Intelkam, dalam menjawab dinamika perkembangan situasi keamanan yang semakin kompleks," tegas Irjen Pol. Djuhandhani.
Beliau juga menambahkan bahwa intelijen keamanan wajib bertransformasi secara profesional menuju sistem yang lebih modern. Hal ini sangat krusial guna mendukung program-program prioritas Polri yang bersentuhan langsung dengan kemaslahatan masyarakat.
Fokus Utama: Optimalisasi Siber Intelijen dan Deteksi Dini
Menghadapi tantangan zaman, Kapolda Sulsel menggarisbawahi pentingnya memperkuat aspek siber intelijen. Ancaman di ruang digital yang bergerak sangat cepat menuntut personel untuk lebih responsif.
Melalui forum Rakernis ini, Kapolda Sulsel memberikan beberapa penekanan penting yang harus segera diimplementasikan oleh seluruh jajaran Intelkam:
Peningkatan Operasi Digital: Setiap personel intelijen dituntut cakap menguasai teknologi modern demi mencegah kejahatan siber (cybercrime) serta proaktif meluruskan hoaks atau informasi keliru di masyarakat.
Optimalisasi Deteksi Dini: Memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk memetakan potensi kerawanan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sinergi & Kolaborasi: Mempererat kerja sama dengan instansi terkait, tokoh masyarakat, hingga komunitas digital guna membangun sistem keamanan yang inklusif.
Menjadi "Mata dan Telinga" Pimpinan yang Akurat
Di akhir arahannya, Kapolda Sulsel kembali mengingatkan esensi utama dari fungsi intelijen dalam tubuh kepolisian. Intelijen adalah fondasi dari setiap keputusan strategis yang diambil oleh komando tertinggi.
"Fungsi intelijen merupakan 'mata dan telinga pimpinan' yang memiliki peran strategis dalam memberikan informasi dan analisis yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, berikan masukan yang tepat, cepat, dan akurat, karena hal tersebut akan sangat menentukan langkah dan kebijakan pimpinan ke depan," pungkasnya. (@ruri)









