AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Tangis Haru Iringi Pisah Sambut Kepala SMPN 27, Ismail Tekankan Kolaborasi dan Sinergi


Berita Online Sulawesi, Makassar - Tampuk kepemimpinan di UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar resmi berganti. Jabatan Kepala Sekolah yang sebelumnya diemban oleh H. Nurdin, S.Pd., S.H., M.Pd kini resmi beralih kepada Ismail, S.Pd., M.Pd.

Prosesi pelantikan telah dilaksanakan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Tribun Karebosi pada Selasa (23/6/2026). Dalam mutasi tersebut, H. Nurdin ditugaskan untuk memimpin UPT SPF SMPN 26 Makassar. Sementara itu, Ismail yang sebelumnya merupakan Guru Ahli Madya mata pelajaran Matematika di SMPN 24 Makassar, ditunjuk sebagai nahkoda baru di SMPN 27 Makassar.

Pergantian ini menandai berakhirnya masa bakti H. Nurdin di SMPN 27 Makassar yang telah berlangsung selama satu dekade. Sebagai catatan sejarah, H. Nurdin pertama kali dilantik sebagai Kepala SMPN oleh Wali Kota Makassar terdahulu, Danny Pomanto, di TPA Antang, Kecamatan Manggala, pada 30 Maret 2016 silam.

Kepala UPT SPF SMPN 26 Makassar, Ismail, S.Pd M.Pd

Filosofi Sepak Bola dan Sapu Lidi: Komitmen Kepala Sekolah Baru

Dalam acara pisah sambut yang berlangsung penuh kehangatan di lingkungan sekolah, Ismail menyampaikan bahwa ia tidak ingin mengumbar banyak janji. Namun, ia berkomitmen penuh untuk membawa salah satu SMP Negeri favorit di Kota Makassar ini ke arah yang lebih baik.

"Tidak banyak yang bisa saya janjikan, tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memimpin SMPN 27 Makassar dengan sebaik-baiknya. Harapan itu tentu tidak akan bisa terwujud tanpa adanya kolaborasi dan sinergi yang baik dengan seluruh elemen di sekolah," ujar Ismail di hadapan para guru dan tenaga kependidikan (tendik).

Lebih lanjut, Ismail mengibaratkan sistem organisasi sekolah seperti permainan sepak bola.

"Dalam sepak bola, yang bermain adalah tim, demikian pula organisasi. Dalam sepak bola tidak ada pemain yang hebat sendiri karena semua harus saling mendukung. Tujuannya cuma satu, bagaimana mencetak gol. Oleh karena itu, dalam tim tidak boleh ada yang iri," tekannya.

Selain filosofi sepak bola, Ismail juga mengajak seluruh guru dan staf untuk mengadopsi filosofi sapu lidi, simbol kekuatan yang lahir dari ikatan persatuan.

Di akhir sambutannya, ia mengaku terharu dan bangga atas sambutan hangat keluarga besar SMPN 27 Makassar, sekaligus berterima kasih kepada rekan-rekan guru dan staf dari SMPN 24 Makassar yang turut hadir mengantarnya.

Pesan H. Nurdin dan Tangis Haru Melepas Sang Teladan

Pada kesempatan yang sama, H. Nurdin menitipkan pesan agar kepala sekolah yang baru dapat terus menjaga harmonisasi dan marwah SMPN 27 Makassar dengan meningkatkan kualitas pendidikan bagi para peserta didik.

Suasana haru tak terbendung ketika salah satu guru senior, Sahria, S.Pd memberikan kesan dan pesannya selama bekerja di bawah kepemimpinan H. Nurdin.

Di mata para guru dan staf, H. Nurdin adalah sosok yang disiplin dan tegas, namun sangat humble (rendah hati) serta gemar bercanda.

"Bapak memang disiplin dan tegas, namun beliau sosok yang selalu peduli dan dekat dengan guru. Yang paling saya ingat, kalau ada masalah atau saran dari teman-teman guru, pasti saya yang diminta menyampaikan ke Bapak karena dianggap paling senior. Setiap ada masukan, beliau selalu menerima dan mengamini. Itu adalah inspirasi sekaligus teladan bagi kami," tutur Sahria sambil menitikkan air mata.

Acara pisah sambut diakhiri dengan momen jabat tangan dan penyerahan bingkisan tanda terima kasih. Isak tangis haru dari para tenaga pendidik mewarnai pelepasan H. Nurdin, sekaligus menyambut harapan baru di bawah kepemimpinan Ismail. @ruri)



Editor: Redaksi | Copyright © 2026