SDN Mongisidi 3 Makassar Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Media Kita Semua Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan sekolah yang membuat peserta didik merasa aman, dihargai, dan mampu berkembang secara optimal.
Mewujudkan budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan membutuhkan keterlibatan semua pihak, utamanya warga sekolah (kepala sekolah, komite, guru, tendik, peserta didik dan orang tua wali murid).
Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan satuan pendidikan SD Negeri Mongisidi 3, Sabtu (29/8) dan dihadiri kalangan guru dan tenaga kependidikan (tendik).
![]() |
| Ibu Nurul Magfirah menyampaikan penjelasan terkait budaya sekolah aman, nyaman dan inklusif dalam kegiatan sosialisasi Sabtu (29/8/2026). (Dok. SDN Mongisidi 3) |
Kepala UPTD SPF SDN Mongisidi 3 Makassar, Ibu Wiantik Aksari Basri, S.Pd M.Pd Gr menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dilakukan dalam rangka menerapkan budaya sekolah aman dan nyaman yang juga merupakan harapan langsung kementerian pendidikan dan Pemerintah Kota Makassar untuk meminimalisir kejadian aksi kekerasan dilingkungan sekolah.
Kegiatan sosialisasi tersebut dibawakan oleh Ibu Nurul Magfirah, S.Pd yang bertujuan untuk memberikan informasi serta pengetahuan teknis kepada para guru PNS P3K serta staf tendik sekolah.
Dalam sosialisasi, peserta diberi pemahaman mendalam untuk mengenali potensi kekerasan sejak dini, merespons aduan, melakukan intervensi awal, hingga memberikan pendampingan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Penguatan kapasitas ini diharapkan mampu membangun sistem yang mumpuni agar kedepannya para siswa dapat menuntut ilmu dengan rasa aman dan nyaman.
Tidak berhenti pada sosialisasi, pihak SDN Mongisidi 3 juga telah menyiapkan 10 program kerja strategis untuk mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman sehingga terhindar terjadi kekerasan. Lima program di antaranya yaitu:
Pembentukan Duta Bullying
Penyediaan banner edukasi dan kotak aduan
Pelaksanaan kegiatan edukasi anti-kekerasan
Program parenting bagi orang tua/wali murid
Penyelenggaraan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) pada akhir tahun
![]() |
| Peserta tampak antusias dan semangat mengikuti acara sosialisasi. Salah satunya, guru agama yang juga pembina eskul Pramuka (Dok. SDN Mongisidi 3) |
Kepala sekolah yang panggilan akrabnya Ibu Wiwi ini mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kekompakan serta kerja sama dalam menyusun langkah konkrit tersebut.
Dirinya menyebut, sosialisasi yang dilakukan ini merupakan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk aksi kekerasan baik bullying, kekerasan seksual maupun diskriminasi.
Ia berharap seluruh warga sekolah dapat memberikan dukungan penuh agar keseluruhan program dicanangkan dapat berjalan optimal.
"Kita tentu mengharapkan semua warga sekolah dapat mendukung program tersebut sehingga mampu terlaksana dengan baik,"harap perempuan berzodiak Capricorn.
"Tentu ini bisa membantu pemerintah kota Makassar dalam memaksimalkan upaya perlindungan anak," terangnya kepada Berita Online Sulawesi.Com via media sosial, Sabtu (29/8) pukul 17.24 WITA. (@ruri)
Tonton juga Video: Momen Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di SDN Mongisidi III Makassar (Perbesar video klik ikon kotak putih)
Berikut Cara Mencegah Bullying
Untuk mencegah dan mengurangi perilaku bullying disekolah, Anda bisa menerapkan beberapa hal ini di sekolah:
- 1 Ciptakan komunikasi yang baik dan terbuka dengan anak didik.
- 2. Bangun kepercayaan diri anak didik.
- 3. Sertakan anak didik dalam kegiatan ekstrakurikuler.
- 4. Tanamkan pola pikir anti bullying
- 5. Ajarkan anak didik cara untuk mengatasi bullying.











