Pemkot Makassar Gelar Job Fit Pejabat Eselon II, Potensi Rotasi Hingga 40 Persen
![]() |
| Walikota Makassar Munafri Arifuddin |
Media Kita Semua Pemerintah Kota Makassar dijadwalkan segera menggelar evaluasi jabatan (job fit) bagi seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkup Pemkot Makassar.
Proses seleksi ini akan mulai bergulir pada Rabu (19/8/2026) dengan melibatkan tujuh anggota tim seleksi (timsel) independen dan berpengalaman.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan pelaksanaan job fit telah rampung, termasuk pembentukan tim panitia seleksi (pansel) yang bertugas menilai kompetensi para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
“Insyaallah besok akan dilaksanakan dan panitia seleksinya sudah siap,” ujar Munafri saat ditemui di Makassar, Selasa (18/8/2026).
Tim pansel tersebut diisi oleh perpaduan unsur internal Pemkot, akademisi, serta pejabat berpengalaman. Susunannya meliputi Sekretaris Daerah Kota Makassar, Prof. Batara, Andi Hudli Huduri, Prof. Amir, Prof. Idris, Prof. Aswanto, Prof. Marwan, serta Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan.
Munafri menjelaskan, agenda job fit bertujuan mendasar untuk memastikan penempatan pejabat sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan kelembagaan.
Penilaian utama akan berfokus pada dua aspek krusial, yakni wawancara mendalam dan rekam jejak (track record).
Dalam proses ini, Munafri memberi sinyal adanya potensi pergeseran pejabat skala menengah hingga besar di jajaran eselon II. Sekitar 30 hingga 40 persen posisi diperkirakan bakal mengalami rotasi demi penyegaran roda organisasi.
"Kurang lebih 30–40 persen yang akan berputar untuk memastikan SKPD ini bisa dipimpin dengan orang yang sesuai dengan kemampuan dan posisi yang ada," jelasnya.
Langkah penyegaran ini diambil mengingat kinerja antar-SKPD yang dinilai fluktuatif. Selain mengisi dua jabatan eselon II yang saat ini kosong, pergeseran diharapkan mampu membenahi unit kerja yang belum maksimal.
Pengisian Direksi PDAM Makassar Berjalan Sejajar
Tak hanya menyasar jajaran SKPD, Munafri juga memastikan penetapan direksi definitif Perumda Air Minum (PDAM) Makassar akan segera direalisasikan.
Proses pengisian pimpinan PDAM ini direncanakan berjalan serentak dengan rotasi pejabat di lingkungan Pemkot Makassar.
Langkah paralel tersebut ditargetkan dapat segera menuntaskan status pelaksana tugas (Plt) yang selama ini mengisi kekosongan pimpinan, sehingga kinerja operasional PDAM Makassar dapat berjalan jauh lebih optimal. (*)







