AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Dinas Perpustakaan Gelar Lokakarya, Dihadiri Ratusan Kepala Sekolah dan Pustakawan Makassar



Media Kita Semua Antusiasme tinggi dalam meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah terlihat jelas dalam Lokakarya Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) bagi SD dan SMP se-Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).

Sebanyak 150 peserta mewakili 76 sekolah memadati kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar tersebut.

Setiap satuan pendidikan mengutus dua orang perwakilan, yakni Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan. Pelibatan unsur pimpinan sekolah ini dinilai krusial karena komitmen dan dukungan Kepala Sekolah menjadi kunci utama pembenahan serta pengembangan perpustakaan di lingkungan pendidikan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady. 

Dalam sambutannya, ia mendorong seluruh sekolah untuk secara bertahap membenahi tata kelola perpustakaannya agar sesuai dengan kriteria nasional. 

Dari total lebih dari 600 perpustakaan SD dan SMP di Makassar, saat ini baru sekitar 61 perpustakaan yang telah terakreditasi.

"Karena itu, kita perlu mendorong sekolah untuk membenahi perpustakaannya secara bertahap agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan," ujar Aryati.

Ia menegaskan bahwa fungsi perpustakaan sekolah kini harus bertransformasi bukan lagi sekadar tempat menyimpan atau meminjam buku, melainkan sebagai pusat sumber belajar aktif serta ruang tumbuh bagi budaya baca dan literasi siswa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Tulus Wulan Juni, mengapresiasi tingkat kehadiran para peserta.

Menurutnya, hal ini menandakan besarnya kepedulian pimpinan sekolah terhadap mutu pendidikan lewat penguatan kapasitas perpustakaan.

Lokakarya ini menghadirkan dua Asesor Akreditasi Perpustakaan Wilayah Sulawesi Selatan sebagai narasumber, yaitu Amaluddin Zaihal, S.Sos., M.Hum. (Pustakawan Madya UNM) dan Dr. Iskandar, S.Sos., M.M. (Pustakawan Ahli Madya Unhas). 

Para peserta menerima pemaparan mendalam mengenai enam komponen SNP sekaligus melakukan simulasi penilaian mandiri (self-assessment) terhadap perpustakaan masing-masing.

Hasil simulasi memetakan tingkat kesiapan sekolah yang bervariasi, mulai dari kategori A, B, hingga C. 

Pemetaan awal ini menjadi acuan penting bagi sekolah untuk mengenali komponen mana yang telah terpenuhi dan mana yang masih membutuhkan pembenahan sebelum mengajukan akreditasi resmi.

Sebagai langkah konkret lanjutan, Dinas Perpustakaan Kota Makassar siap menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kepala Perpustakaan dan Tenaga Perpustakaan. 

Bimtek mendalam ini difokuskan untuk memperkuat penerapkan enam komponen SNP serta mendampingi sekolah-sekolah yang siap mengikuti proses akreditasi pada tahun 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Hj. Feby Primayanti, serta Kepala Seksi Sarana Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Linda Ani Fitriani.

Melalui rangkaian pembinaan berkelanjutan ini, Dinas Perpustakaan Kota Makassar optimistis dapat mendongkrak jumlah perpustakaan sekolah yang terakreditasi. 

Langkah ini sekaligus menjadi pondasi utama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM), selaras dengan semangat "Makassar Literasi Kuat melalui Gemar Membaca dan Peran Perpustakaan.". (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026