AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Warga Minasa Upa Rasakan Getaran Gempa NTT, Rumah Terasa Bergoyang



Masyarakat melintas di dekat bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026)

Media Kita Semua Guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut dirasakan hingga ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (15/8/2026) pagi.

​Getaran yang terjadi sekitar pukul 04.58 WIB ini mengejutkan warga Perumahan Minasa Upa, Makassar. Salah seorang warga setempat, Awi, mengaku merasakan langsung guncangan kuat saat sedang berada di lantai dua rumahnya sesaat setelah menunaikan ibadah salat Subuh.

​"Habis salat Subuh anak-anak teriak, terus terasa goyangnya, apalagi di atas lantai satu. Saya tadi lagi berada di lantai dua," kata Awi kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026.

​Menurut Awi, getaran berlangsung cukup lama, sekitar satu hingga dua menit. Kuatnya guncangan membuat sejumlah benda ter gantung di dalam rumahnya ikut bergetar, termasuk mainan bel dinding. 

Kejadian ini memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan keluar rumah sambil berteriak memperingatkan tetangga.

Titik gempa di NTT (Foto: Dok. BMKG)


Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa (episenter) berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, atau berjarak 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

​Pascakejadian, BMKG Wilayah IV Makassar meminta masyarakat untuk tetap tenang namun siap siaga terhadap kemungkinan potensi gempa susulan.

​"Imbauan BMKG kepada masyarakat, sudah bisa kembali ke rumah masing-masing karena peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir. Tetap waspada," ujar Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni. (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026