Pemkot Makassar Gelar Uji Competency dan Job Fit 40 Pejabat Eselon II, Tentukan Evaluasi dan Pemetaan OPD
Media Kita Semua Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi memulai pelaksanaan Uji Kesesuaian dan Kompetency (job fit) terhadap para pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II).
Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sekaligus mengoptimalkan penempatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung ketercapaian program-program prioritas kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar sekaligus Ketua Tim Seleksi (Timsel), Andi Zulkifly, menjelaskan bahwa pelaksanaan job fit berlangsung selama tiga hari dengan dua metode penilaian utama, yaitu wawancara mendalam dan penelusuran rekam jejak.
“Ini dalam rangka mengevaluasi kerja-kerja kepala SKPD, kemudian menyesuaikan atau mengoptimalkan kerja-kerja OPD dalam rangka pelaksanaan program-program prioritas dan program-program lain yang sudah ditetapkan oleh kota,” ujar Andi Zulkifly saat ditemui di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (19/8).
Pelaksanaan evaluasi ini melibatkan tujuh anggota panitia seleksi (pansel) lintas instansi dan akademisi, yaitu:
Andi Zulkifly (Ketua Timsel / Sekda Makassar)
Marwan Mansyur (Kepala Inspektorat Sulsel)
Andi Hudly Huduri (Ketua Tim Ahli Pemkot Makassar)
Prof. Aswanto
Prof. Batara
Prof. Idris
Prof. Amir Ilyas
Proses evaluasi diawali dengan sesi wawancara pada dua hari pertama, di mana setiap peserta diwawancarai oleh tiga anggota pansel.
Secara keseluruhan, sebanyak 40 pejabat dari total 42 posisi Eselon II turut serta dalam tahapan ini. Dua jabatan yang tidak diikutsertakan karena masih kosong adalah Asisten I dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Makassar.
Mantan Kepala Bappeda Makassar tersebut menuturkan bahwa indikator penilaian mencakup kinerja dan dampak terhadap program prioritas, pengawasan serta pembinaan internal, pelaksanaan inovasi, hingga realisasi anggaran.
Selain itu, para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan tantangan tugas, inovasi yang pernah digagas, serta pandangan pribadi terkait kesesuaian posisi saat ini.
“Jadi kami tanya bagaimana inovasi yang dibuat, realisasi anggaran, apa tantangannya, kemudian apakah peserta merasa cocok di posisi itu atau ada keinginan untuk pindah, dan kira-kira cocoknya ke mana. Itu menjadi bahan untuk disampaikan kepada Pak Wali,” jelas Zulkifly.
Pada hari ketiga, pansel akan memfokuskan penilaian pada penelusuran rekam jejak administratif, seperti jenjang jabatan, pangkat, dan riwayat pengalaman kerja.
Hasil akhir dari seluruh rangkaian ini berupa laporan komprehensif, pemeringkatan, serta catatan rekomendasi dari setiap anggota pansel.
Hasil akhir job fit selanjutnya akan diserahkan kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai bahan pertimbangan utama dalam melakukan pemetaan ulang dan penempatan kepala SKPD sesuai kebutuhan organisasi Pemkot Makassar. (*)







