AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Walikota Makassar Tekankan Adaptasi Teknologi dan Penguatan Karakter di Dunia Pendidikan


Media Kita Semua Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan karakter, akhlak, tata krama, serta nilai budaya lokal.

​Pesan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Asesmen Kepala Sekolah SD dan SMP sekaligus Penandatanganan MoU Bank Sampah pada Satuan Pendidikan Kota Makassar di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026).

​Dalam sambutannya, Appi menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor vital dalam membentuk kualitas generasi masa depan.

Pembenahan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada aspek akademik, melainkan harus menyentuh infrastruktur, kualitas tenaga pendidik, kurikulum, hingga pembentukan karakter peserta didik.

​"Yang penting hari ini bagaimana persoalan sekolah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama," ujar Appi.

​Ia meminta seluruh kepala sekolah aktif menyampaikan kondisi dan persoalan krusial di sekolah masing-masing kepada Dinas Pendidikan. 

Catatan tersebut akan menjadi dasar pemetaan dan penentuan langkah pembenahan agar anak-anak Makassar memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, generasi yang baik tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga harus memiliki pendidikan akhlak yang kuat.

​Appi turut menyoroti kesenjangan kemampuan teknologi antara pendidik dan peserta didik. Ia mengingatkan bahwa anak-anak masa kini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan platform digital.

​"Kita hidup di dalam dunia algoritma, kita hidup di dalam dunia artificial intelligence yang beberapa tahun lalu hanya merupakan khayalan masa depan dan hari ini kita hidup di dalamnya," jelasnya.

Kondisi ini menuntut para guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal dari siswanya.

​Guna merespons tantangan tersebut, Pemerintah Kota Makassar tengah mempersiapkan perubahan dan penguatan kurikulum, khususnya bagi sekolah negeri. 

Penguatan ini akan memberikan porsi lebih besar pada pendidikan budi pekerti, tata krama, agama, dan nilai-nilai lokal. Selain itu, pembenahan infrastruktur, pemerataan guru termasuk ketersediaan guru agama bagi kelompok minoritas serta penyelesaian masalah status sengketa lahan sekolah juga menjadi fokus utama pemerintah.

​Ia berharap proses asesmen kepala sekolah tidak sekadar menjadi evaluasi administratif semata, tetapi menjadi momentum untuk memetakan masalah nyata di lapangan.

​"Dunia pendidikan menjadi dunia yang sangat vital untuk membawa generasi ini tumbuh dan berkembang. Ketika dunia pendidikan ini tidak kita sentuh secara baik, tentu hasilnya juga tidak akan memberikan dampak yang positif," tegas Ketua IKA FH Unhas tersebut.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 464 peserta yang terdiri dari 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.

​Achi menambahkan, acara ini juga dirangkaikan dengan penguatan inovasi lingkungan di satuan pendidikan. 

Saat ini telah terdapat 86 inovasi lingkungan yang dicanangkan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar.

​"Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan," pungkas Achi.

Editor: Redaksi | Copyright © 2026