Lahan Sempit Bukan Halangan, SMPN 47 Makassar Sulap Ruang Terbatas Jadi Lokasi Urban Farming!
Media Kita Semua Memanfaatkan ruang terbatas di lingkungan sekolah untuk menanam tanaman produktif menjadi langkah nyata dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Praktik baik ini ditunjukkan oleh UPTD SPF SMP Negeri 47 Makassar melalui pengembangan budidaya tanaman berkonsep urban farming dengan metode kombinasi hemat tempat dengan tanaman hidroponik.
Pengembangan tanaman hidroponik ini merupakan upaya sekolah dalam mengelola kawasan sekolah yang lebih hijau, sejuk, dan asri sekaligus mendukung terbangunnya kesehatan perkotaan di tengah padatnya bangunan.
Di samping itu, program ini dirancang untuk memupuk rasa kepedulian siswa serta menjadi sarana pembelajaran praktis mengenai keterampilan bercocok tanam.
Kepala UPTD SPF SMPN 47 Makassar, Ibu Hj. Hamriah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran urban farming menjadi bagian penting dari komitmen sekolah terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemulihan sumber daya hutan dan lahan.
"Kami memanfaatkan lahan kosong di area terbatas sekolah sebagai lokasi urban farming untuk menanam berbagai jenis sayuran. Seluruh prosesnya melibatkan peran aktif para guru, pegawai, hingga para siswa," ujar Hj. Hamriah.
Ia menambahkan, pembuatan urban farming ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan bentuk pemeliharaan lingkungan yang berkaitan erat dengan penguatan program Sekolah Adiwiyata di SMPN 47 Makassar. (@ruri)










