DIRGAHAYU KOTA MAKASSAR KE 419 (9 NOV 2026) AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Polda Sulsel Gelar Pembinaan Personel, Kapolda Tegaskan Komitmen Cegah Radikalisme dan Intoleransi

Media Kita Semua Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar kegiatan Pembinaan Personel Polri guna Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi Polda Sulsel Tahun 2026. Kegiatan strategis ini dilangsungkan di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Kamis (29/10/2026).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H., serta dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyoroti perkembangan dinamika lingkungan strategis dan pesatnya kemajuan teknologi informasi. 

Menurutnya, kemajuan digital di satu sisi membawa banyak kemudahan, namun di sisi lain kerap disalahgunakan sebagai sarana penyebaran paham radikalisme, intoleransi, serta ujaran kebencian (hate speech).

Kondisi ini, lanjut Kapolda, menuntut kewaspadaan bersama karena paparan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, serta berpotensi menyasar personel Polri beserta keluarga besar mereka.

"Sebagai garda terdepan penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta perekat kebhinekaan bangsa, institusi Polri harus bersih dan terbebas dari paparan ideologi radikal maupun sikap intoleran. Kita tidak boleh menganggap remeh potensi ancaman ini, baik yang menyasar masyarakat umum maupun yang berpotensi menyusup ke dalam internal anggota Polri dan keluarga besar Polri," tegas Irjen Pol. M. Awal Chairuddin.

Kapolda juga menekankan pentingnya peran anggota kepolisian yang tidak sekadar menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga wajib menjadi teladan utama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, serta kecintaan terhadap tanah air.

Pelaksanaan pembinaan personel ini dinilai sebagai langkah konkret dan komitmen bersama untuk memperkuat integritas, meningkatkan pemahaman ideologi kebangsaan, sekaligus membentengi diri dari pengaruh paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Sebagai anggota Polri, kita tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan cinta tanah air," tambahnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Polda Sulsel berharap terbangun peningkatan kualitas serta ketahanan ideologi yang kuat di kalangan personel. 

Di samping itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong seluruh anggota agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk propaganda radikal, sehingga mampu menciptakan lingkungan institusi yang bersih serta mendukung terciptanya masyarakat yang toleran dan aman di wilayah Sulawesi Selatan. (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026