DIRGAHAYU KOTA MAKASSAR KE 419 (9 NOV 2026) AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Hujan Sedang Hingga Lebat Mulai Guyur Sulsel, Wisata Malino Sempat Diguyur Rain Showers


Media Kita Semua Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai terdeteksi di sejumlah wilayah dataran tinggi Sulawesi Selatan, termasuk kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa, pada Jumat (23/10/2026). 

Fenomena ini terjadi di tengah masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan yang saat ini masih berlangsung dan belum merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Staf Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Farid, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan radar cuaca, sebaran hujan terdeteksi melingkupi sebagian wilayah Kabupaten Gowa, Maros, hingga Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

"Terdeteksi di radar BMKG, hujan di sebagian wilayah Gowa, Maros, Pangkep. Umumnya di daerah dataran tingginya seperti Malino, Gowa," ujar Farid saat dikonfirmasi di Makassar, seperti dilansir dari Antara, Jumat (23/10/2026).

Farid membenarkan bahwa hujan sempat mengguyur kawasan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. 

Peristiwa tersebut mendadak ramai dan menarik perhatian publik setelah rekaman video situasi hujan yang diunggah warga setempat beredar luas di berbagai platform media sosial.

Kendati demikian, BMKG mencatat bahwa curah hujan yang turun belum merata di seluruh kawasan tersebut dan durasinya relatif singkat.


Terkait pemicu munculnya hujan di kawasan dataran tinggi seperti Malino, Farid menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan proses pembentukan awan yang berasal dari wilayah perairan atau laut. 

Pergerakan massa awan yang terdorong menuju daratan serta didukung oleh kondisi atmosfer yang kondusif di kawasan berelief tinggi menjadi faktor utama yang memicu terjadinya hujan.

"Hujan memang potensi turun di dataran tinggi seperti Malino. Hujan yang terjadi di Malino imbas pembentukan awan dari laut," terang Farid.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya yang beraktivitas di daerah dataran tinggi dan lereng pegunungan, untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dinamis selama masa transisi atau pancaroba ini. (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026