Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah, DLH Makassar Kolaborasi SMP Negeri 11 Gelar Edukasi Pemilahan Sampah
Media Kita Semua Pengumuman hingga imbauan kepada warga sering kali dianggap angin lalu. Buktinya, kebiasaan memilah dan mengolah sampah di lingkungan permukiman maupun sekolah tidak pernah benar-benar mudah untuk diwujudkan.
Sampah masih sering tercampur begitu saja, sementara program bank sampah yang ada pun jalan di tempat.
Kondisi ini membuktikan satu hal: persoalan sampah bukan sekadar masalah ketersediaan fasilitas, melainkan bagaimana membangun kesadaran dan memicu perubahan perilaku secara nyata.
Padahal, gerakan besar selalu bermula dari langkah kecil seperti memisahkan sisa makanan dari sampah plastik, mengumpulkan botol bekas, dan memastikan barang bernilai guna tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.
Lalu, bagaimana cara jitu agar masyarakat dan pelajar tidak sekadar tahu, tetapi benar-benar konsisten melakukannya?
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mengambil langkah taktis melalui strategi komunikasi persuasif. Berkolaborasi dengan UPTD SPF SMP Negeri 11 Makassar, DLH menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pemilahan serta pengelolaan sampah pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di ruang laboratorium SMP Negeri 11 Makassar ini dihadiri oleh kalangan guru, jajaran pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Mappaccing 11 diantaranya Ibu Hasmawati Nurdin, S.Pd.I (Ketua), Ibu Nurneni Sulfia Kaharuddin, S.Pd Gr (Sekretaris), Salmiah, S.Pd (Bendahara) serta 120 orang kader Adiwiyata lingkungan yang siap menjadi agen perubahan.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala UPTD SPF SMP Negeri 11 Makassar, Ibu Rusmiah, S.Pd. Dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta, beliau menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai cetak biru untuk mendorong seluruh warga sekolah membudayakan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan, mengolah dan memilah sampah serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi panduan praktis bagi para pengurus bank sampah dan siswa selaku kader Adiwiyata dalam membangun partisipasi aktif mengurangi volume sampah yang ada dilingkungan sekolah.
Sementara itu, Wakasek Kehumasan UPTD SPF SMPN 11, Bapak Muhammad Akram Djaja, S.Pd dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa para siswa diperkenalkan secara mendalam mengenai klasifikasi sampah mulai dari organik, anorganik, hingga Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta urgensi memilahnya langsung dari sumber.
Materi inti kemudian disampaikan oleh Penyuluh Kelurahan dari DLH Kota Makassar, Bapak Drs Abdul Maulid. Dengan gaya komunikasi yang komunikatif, ia membedah tuntas tata cara pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.
Tidak hanya berhenti pada teori pemilahan, peserta juga dibekali penjelasan mengenai manfaat pengurangan sampah dan memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomis.
Melalui edukasi interaktif ini, pihak sekolah optimis dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk peduli lingkungan sejak dini.
Langkah nyata SMPN 11 Makassar ini sekaligus menjadi wujud dukungan nyata terhadap program prioritas Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dari hulu ke hilir. (@ruri)











