Keren! Baru Kelas 7, Farahqila Siswi SMPN 26 Makassar Sukses Borong Juara Sepatu Roda
Media Kita Semua Peserta didik UPTD SPF SMP Negeri 26 Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan yang mengharumkan nama sekolah dan Kota Makassar di kancah olahraga sepatu roda regional.
Atlet muda berbakat, Farahqila Anzahra FR, siswi kelas 7.6, berhasil menunjukkan performa terbaiknya saat bersaing ketat dengan peserta dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Bagian Timur.
Dalam ajang bertajuk Eastern Indonesia Roller Championship (EIRC) 2026 yang diselenggarakan di Makassar pada 9–10 Oktober 2026, Farahqila sukses naik podium usai menyabet dua posisi juara sekaligus.
Farahqila mempersembahkan dua medali perak untuk kategori Kelompok Umur (KU) D Putri, masing-masing pada nomor tanding 300 meter dan 500 meter.
![]() |
| Sekolah menggelar pengalungan medali kepada siswi Farahqila Anzahra FR usai upacara bendera Senin sebagai wujud apresiasi seluruh warga sekolah |
Apresiasi Sekolah dan Pembinaan Karakter
Keberhasilan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan bakat dan minat khusus di bidang olahraga yang terus berjalan di SMPN 26 Makassar, sekaligus mendukung pengembangan karakter positif peserta didik.
Atas pencapaian tersebut, apresiasi setinggi-tingginya diberikan oleh seluruh warga sekolah di sela-sela pelaksanaan upacara bendera rutin pada Senin (19/10/2026).
Dalam momentum upacara tersebut, dilakukan prosesi pengalungan kembali medali juara kedua kepada Farahqila Anzahra FR secara khidmat.
Kepala UPTD SPF SMPN 26 Makassar bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas torehan prestasi gemilang yang ditunjukkan oleh anak didiknya.
![]() |
| SMPN 26 Makassar berada di Kompleks PU Malengkeri Baru jalan Traktor 4 No 21 Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate |
Terbentang Tantangan Sarana dan Genangan Air
Namun, di balik catatan manis keberhasilan tersebut, terdapat tantangan nyata yang masih dihadapi pihak sekolah (SMPN 26) dalam proses pembinaan non-akademik, khususnya kegiatan ekstrakurikuler.
Hingga saat ini, para siswa masih harus memanfaatkan area sekolah yang sejak lama memiliki elevasi permukaan tanah cukup rendah sebagai tempat latihan rutin termasuk eskul olahraga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, setiap kali hujan turun terutama dengan intensitas deras air hujan akan langsung membanjiri area sekolah hingga menjangkau ruang kelas yang ada.
Permasalahan ini kian diperparah oleh belum adanya saluran eksisting maupun sistem drainase yang memadai di sekitar area lapangan. Alhasil, volume air hujan yang tergenang tidak dapat mengalir secara optimal menuju saluran pembuangan utama (got besar) di sekitar lingkungan sekolah.
Pihak sekolah berharap tantangan sarana dan infrastruktur ini kelak dapat memperoleh perhatian dan penanganan dari pemerintah baik pusat maupun daerah, agar potensi bakat peserta didik dapat terus berkembang di sarana penunjang yang lebih representatif. (@ruri)









