Kader Adiwiyata SMPN 11 Makassar Panen Kangkung dan Bayam di Lahan Urban Farming Sekolah
Media Kita Semua Puluhan siswa dan siswi UPTD SPF SMP Negeri 11 Makassar tampak antusias memanen sayur kangkung dan bayam hasil budi daya urban farming di lingkungan sekolah mereka, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini digerakkan oleh para kader Adiwiyata sekolah yang telah merawat tanaman tersebut sejak awal masa tanam. Sistem budi daya yang digunakan adalah metode hidroponik yang dikerjakan dengan penuh ketekunan dan ketelatenan.
Para siswa, dengan pendampingan guru pembimbing Adiwiyata, melewati setiap tahapan secara bertahap mulai dari persiapan alat dan bahan, penyemaian bibit, perawatan rutin, hingga tiba masa panen.
Kegiatan ini berada di bawah pembinaan langsung Kepala UPTD SPF SMPN 11 Makassar, Ibu Rusmia, S.Pd., M.Pd bersama Ketua Tim Adiwiyata Sekolah, Ibu Hartini Manna S.Pd., M.Pd beserta jajaran guru yang tergabung sebagai anggota diantaranya, Ibu Hasmawati Nurdin, S. Pd.I
Hasil panen kali ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik dengan tanaman sayur yang tumbuh subur dan hijau. Seluruh hasil panen kangkung dan bayam tersebut dimanfaatkan untuk dikonsumsi bersama oleh warga sekolah.
Selain memanen sayuran segar, kegiatan ini memiliki tujuan mendalam untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan serta mengenalkan pentingnya pertanian berkelanjutan sejak dini.
Melalui program urban farming dengan praktik bercocok tanam langsung, siswa tidak hanya dibekali keterampilan berkebun dan pemahaman manfaat sayuran bagi kesehatan, tetapi juga mendapatkan sarana pembelajaran aplikatif.
Kegiatan tersebut juga merupakan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan asri sebagai bagian dari komitmen Sekolah Adiwiyata sekaligus mendukung pemerintah kota Makassar dalam membangun kesadaran serta kepedulian masyarakat akan pentingnya pemulihan sumber daya hutan dan lahan perkotaan.
Dengan semangat kebersamaan dan penerapan prinsip ramah lingkungan di setiap prosesnya, para kader Adiwiyata SMPN 11 Makassar diharapkan semakin peduli terhadap alam dan konsisten menjaga kelestarian lingkungan. Momen ini membuktikan bahwa kegiatan berkebun dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat, edukatif, sekaligus menyenangkan. (@ruri)










