AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Makassar Raih Grand Baznas Award

Media Kita Semua Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pengelolaan zakat dan memperkokoh kepedulian sosial kembali meraih pengakuan di tingkat nasional. 

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi menerima penghargaan Grand Baznas Award 2026 untuk kategori Kepala Daerah/Wali Kota Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/10/2026). 

Apresiasi ini diberikan atas dukungan konkret Pemkot Makassar dalam mendorong tata kelola zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan aksi kemanusiaan.

Membangun Kepercayaan Publik dan Transparansi Digital

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa membangun kepercayaan publik terhadap BAZNAS merupakan tanggung jawab fundamental pemerintah daerah. 

Menurutnya, BAZNAS memegang peran strategis sebagai jembatan penghubung antara para muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat).

"Apa yang kita lakukan di daerah adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS. Karena menurut saya, BAZNAS menjadi penengah antara muzaki dan mustahik," ujar Munafri.

Appi menekankan bahwa gerakan zakat bukan sekadar aktivitas penghimpunan dan penyaluran dana rutin, melainkan gerakan kemanusiaan berkelanjutan.

"Ini bukan hanya untuk membangun kekuatan umat, tetapi merupakan kegiatan yang harus kita laksanakan sepanjang umur kita. Kegiatannya di dunia, kenikmatannya nanti di akhirat. Insya Allah, kita berdoa bersama-sama," tuturnya.

Untuk menjaga kepercayaan tersebut, Munafri mendorong BAZNAS agar terus meningkatkan profesionalisme dan menerapkan modernisasi pengelolaan melalui digitalisasi. 

Keterbukaan dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci utama agar masyarakat yakin zakat disalurkan secara tepat sasaran.

"Dari sisi pengelolaan, harus jauh lebih transparan. Dengan mengikuti perkembangan digitalisasi dan sebagainya, kita bisa membangun citra yang baik untuk memberikan tingkat kepercayaan yang maksimal dari masyarakat," tegasnya.

Dorong Keterlibatan ASN dan Menuju Makassar Kota Filantropi

Pemkot Makassar juga konsisten memperluas partisipasi gerakan zakat dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta elemen masyarakat luas melalui regulasi dan imbauan bersama. Hal ini dilakukan agar kepedulian sosial tumbuh menjadi kesadaran kolektif.

"Kami memastikan aturan-aturan itu melibatkan seluruh ASN dan mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk bersama-sama. Lagi-lagi, ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita terhadap sosial kemasyarakatan," jelas Munafri.

Lebih jauh, Munafri mengajak masyarakat yang belum berzakat melalui BAZNAS untuk menjadikan zakat sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan. 

Penguatan ekosistem zakat ini menjadi bagian dari visi besarnya dalam mentransformasikan Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional.

"Ini adalah kewajiban yang harus kita jalankan untuk memastikan bahwa apa yang kita keluarkan akan berdampak bagi kemanusiaan. Walaupun kita tidak tahu ke mana arahnya, yakinlah bahwa tujuannya adalah untuk kemanusiaan," tambahnya.

Bagi Pemkot Makassar, penghargaan Grand Baznas Award 2026 menjadi pemantik semangat untuk memperkuat budaya berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat.

"Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kita harapkan mampu memperkuat peran Makassar sebagai kota yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki solidaritas kemanusiaan yang kuat," pungkas Appi.

Editor: Redaksi | Copyright © 2026