TKA 2026 Di SMPN 47 Makassar Diikuti 129 Siswa, Sekolah Pastikan Pelaksanaan Lancar dan Jujur
Di UPT SPF SMP Negeri 47 Makassar, panitia sekolah membagi jadwal ujian ke dalam tiga gelombang. Di mana setiap gelombangnya terdiri atas tiga sesi ujian per hari. Pihak panitia menerapkan skema pembagian jadwal guna memastikan seluruh peserta dapat menjawab soal dengan lancar dan nyaman.
Selain itu, ini juga merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan penggunaan infrastruktur teknologi serta stabilitas jaringan yang tersedia di lingkungan sekolah.
"Pembagian sesi ini bertujuan agar setiap siswa mendapatkan fasilitas perangkat dan koneksi yang stabil, sehingga mereka bisa fokus sepenuhnya pada pengerjaan soal tanpa kendala teknis," ujar pihak sekolah.
Dari informasi yang diberikan oleh tim teknisi, Selasa (14/4), pelaksanaan TKA di sekolah yang dipimpin oleh Ibu Hj. Enni, S.Pd., M.Pd ini direncanakan berlangsung selama enam hari dan sebanyak 129 siswa kelas 9 menjadi peserta TKA. Ia menambahkan kegiatan TKA di SMPN 47 akan berakhir pada Kamis,16 April 2026.
Pengawasan silang pelaksanaan TKA antar SMPN 47 dan SMPN 52
Jaga Integritas dengan Pengawasan Silang
Ada yang menarik dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Untuk menjamin aspek integritas dan objektivitas hasil ujian, SMPN 47 Makassar menerapkan sistem pengawasan silang antar-sekolah.
Pengawas ruangan ujian di SMPN 47 Makassar dijaga oleh tenaga pendidik yang berasal dari SMP Negeri 52 Makassar. Sebaliknya, sejumlah guru dari SMPN 47 Makassar juga diterjunkan ke SMPN 52 Makassar untuk menjalankan tugas serupa.
Sinergi antar-sekolah ini diharapkan mampu menciptakan suasana ujian yang jujur, transparan, dan akuntabel. Dengan pelaksanaan yang tertib ini, diharapkan hasil TKA 2026 dapat menjadi gambaran riil mengenai pencapaian akademik siswa serta kualitas pendidikan di Kota Makassar.
Suasana pelaksanaan TKA 2026 di UPT SPF SMP Negeri 47 Makassar terpantau lancar dan tertib pada Selasa (14/4)
Sebagai informasi, TKA SMP 2026 berfokus pada dua mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan bentuk soal yang variatif seperti pilihan ganda sederhana hingga kompleks. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numenurasi secara komprehensif.
Hasil TKA berbasis digital bagi siswa kelas akhir ini menjadi salah satu parameter penting dalam memetakan mutu pendidikan sekaligus menjadi salah satu pertimbangan jalur prestasi masuk jenjang pendidikan berikutnya. (@ruri)










