SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H/2026 M - JADWAL TKA 2026 KELAS IX SMP 6-16 APRIL KELAS VI SD 20-30 APRIL - AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MULIA : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Ketua DLH Melinda Aksan Soroti Pentingnya Sinkronisasi Sistem Sampah, Dukung Langkah Walikota Benahi Makassar

Makassar, Berita Online Sulawesi.Com - Persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar. Upaya pembenahan pun kini dipercepat secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat wilayah.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa isu persampahan merupakan prioritas utama yang harus segera ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

“Produksi sampah di Makassar telah mencapai sekitar 800 ton per hari. Perlu solusi penanganan serius,” ujar Munafri dalam Rapat Koordinasi pengelolaan sampah di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (6/4/2026).

Munafri yang akrab disapa Appi mengungkapkan, saat ini kapasitas pengangkutan sampah baru mencapai sekitar 67 persen. Artinya, masih ada lebih dari 30 persen atau sekitar 240 ton sampah yang berpotensi tidak terangkut setiap harinya.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada ketidaksinkronan antara waktu pembuangan sampah oleh masyarakat dengan jadwal pengangkutan. Hal ini menyebabkan penumpukan di berbagai titik.

Karena itu, ia meminta camat dan lurah segera menyusun ulang sistem pengangkutan yang lebih efektif dan terintegrasi.

“Perlu diatur ulang jam pembuangan dan pengangkutan. Jangan sampai ada jeda waktu yang membuat sampah menumpuk,” ujarnya.

Selain itu, Munafri juga menegaskan agar tidak ada lagi praktik pembuangan sampah di trotoar maupun sudut jalan. Ia meminta pelaku usaha untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah di area masing-masing.

Di sisi lain, evaluasi sistem retribusi sampah juga menjadi perhatian. Ia menilai masih ada ketimpangan antara volume sampah dengan iuran yang dibayarkan, khususnya dari sektor komersial.

Sementara itu, peran Melinda Aksa sebagai Ketua Dewan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar turut menegaskan pentingnya pembenahan sistem yang terintegrasi.

Ia menilai, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat.

Melinda juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, seiring dengan pembenahan sistem yang dilakukan pemerintah.

“Tidak cukup hanya sistem yang diperbaiki, tapi juga perilaku masyarakat harus ikut berubah. Ini harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Ia optimistis, dengan langkah serius dan konsisten dari Pemerintah Kota Makassar, persoalan sampah dapat dikendalikan secara bertahap.

Di akhir, Munafri kembali menegaskan bahwa pembenahan sistem persampahan membutuhkan komitmen semua pihak.

“Kalau ini dijalankan bersama dan konsisten, kebersihan kota pasti akan meningkat signifikan,” pungkasnya. (**)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026