Selamat Datang di Situs Kami : Munafri Imbau Warga Tak Terprovokasi | Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Sorowako | Walikota Rakor Bersama Tim KPK, Bappenas Hingga Camat Hadir | Mabes Polri Minta Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas | Lomba Tari Kreasi SD Bitoa Menjadi Puncak Perayaan HUT RI | Siswa SDI Sambung Jawa 1 Tampil di Festival Gandrang Bulo | Bulog Perkuat Sinergi Dengan TNI-POLRI | OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer

Berdiferensiasi Melalui Pensi




BERITAONLINESULAEESI.COM
, Makassar - Sekolah penggerak UPT SPF SMPN 27 Makassar menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan cara yang asyik dan menyenangkan bagi peserta didik. 

Ujian karya akhir mata pelajaran seni budaya dilakukan melalui pentas seni (Pensi) yang digelar pada Jum’at, 8 Maret 2024 di halaman SMPN 27 Makassar. 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim. Kadisdik Kota Makassar ini hadir dengan gaya kasual dan santai. Muhyiddin mengapresiasi penyelenggara Pensi. 

“Saya berterima kasih kepada guru-guru seni dan guru yang lain, ini kreasi yang luar biasa," Selanjutnya Muhyiddin memuji kinerja sekolah yang aktif berpartisipasi dalam berbagai event pemerintah Kota Makassar. “SMPN 27 juga hadir pada saat disaksikan 36 Negara tahun kemarin” ungkapnya.


Muhyiddin menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu indeks kepuasan masyarakat kota Makassar. 

“Saya selaku kepala dinas pendidikan Kota Makassar untuk menjalankan visi dan misi dan program Bapak walikota, terkait dengan revolusi pendidikan semua harus sekolah, itu harus kami laksanakan” tegasnya.

Sejalan dengan kadis pendidikan, Kepala UPT SPF SMPN 27 Makassar, Nurdin, S.Pd, SH, M.Pd juga memuji kinerja gurunya.

 “Guru seni itu ada yang mengembangkan menggambar, ada tari, menyanyi, juga musik. Itu bisa semua, dan sejalan dengan program pemerintah kota dan dinas pendidikan” tuturnya. 


Pembina kegiatan Pensi juga guru seni budaya, Andi Hajrah, S. Pd menuturkan bahwa kegiatan Pensi kali ini merupakan presentasi dari hasil proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik sekaligus menjadi ujian akhir mata pelajaran seni budaya. 

“Ini adalah tugas akhir dengan model projek yang dirancang dan dikelola sendiri oleh peserta didik secara kolaboratif” jelasnya. 

Menurut Hajrah, ujian dengan strategi pensi seperti ini sangat kontekstual dengan pembelajaran berdiferensiasi bagi peserta didik. 

“Butuh beberapa minggu persiapan. Semua dikelola siswa, ada pembagian peran, jadi mereka memilih. Ada sebagai panitia, penampil, dan tim pendukung, kita membimbing saja” ungkapnya 


Pembina lain, Alfian Ramdani menyebut Pensi kali ini termasuk cukup sukses dilihat dari kemasan, penataan dan jumlah penampil. 

“Secara keseluruhan anak-anak kita cukup sukses dan berhasil menghelat sebuah event sekolahan, total ada 31 penampil dari 11 kelas yang terlibat” terang Alfian

Senada dengan guru, siswa yang terlibat juga mengaku senang. Salah satunya diungkapkan oleh Aisyah yang menjadi MC sekaligus penari. 

“Pagelaran tahun ini sangat menarik. Kali ini kita mengambil tema Nusantara dan hasilnya penampilan juga beragam. Sangat dinikmati seluruh penonton” kunci Aisyah yang juga Ketua OSIS ini. (#Humas27)





PILIHAN REDAKSI

Walikota Makassar Rakor Bersama Tim KPK, Bappenas RI Hingga Camat Hadir

Lomba Tari Kreasi di SD Bitoa Menjadi Puncak Perayaan HUT ke 80 RI, Semarak Kemerdekaan Membahana dalam Kebersamaan Orang Tua

Stabilkan Harga Beras, Bulog Perkuat Sinergi Dengan TNI-POLRI

3 Program SDN Maccini 2 Dibawah Kepemimpinan Muhlis M

Pembukaan Diklatsar Paskibra Unit 740, Kepala SMPN 40 Tekankan Pentingnya Mengedepankan Keteladanan Disekolah

Regenerasi Kepemimpinan OSIS, Kepala SMPN 24 Lantik Ketua dan Pengurus Periode 2025-2026

Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas Tanpa Beban

Tampil Percaya Diri, Anak Didik SDI SAMBUNG JAWA 1 Atraksi di Festival Gandrang Bulo

Pelajar SMPN 40 Vino Putra Triady Ikut Ajang Sepak Bola Piala Menpora di Sidrap