Pengawas SMP Gelar Monev - Supervisi di SMPN 49 Makassar, Dr. Syamsul Bahri Beri Penguatan
Suasana berlangsungnya Monev dan Supervisi guru di SMP Negeri 49 Makassar. Di kegiatan ini Dr. Syamsul Bahri (MGTK) memberikan penguatan pentingnya Deep Learning.
Berita Online Sulawesi, Makassar – Dalam upaya mendongkrak profesionalitas tenaga pendidik dan menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, Tim Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Supervisi Kinerja Guru TA. 2025-2026 di SMP Negeri 49 Makassar, Kamis, 21 Mei 2026.
Hadir sebagai tim penilai dalam kegiatan ini adalah Pengawas SMP, H. Taufik Tajuddin, S.Pd M.Pd dan Hasdy, S.Si M.Si bersama perwakilan dari Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan (MGTK), Dr. Syamsul Bahri, MM.
Kunjungan strategis ini dipandang sebagai siklus penting dalam manajemen sekolah demi memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.
Bagian Kehumasan SMPN 49 Makassar, Paridawati, SE MM menyampaikan bahwa kedatangan tim monev Disdik Makassar disambut langsung dengan hangat oleh Kepala SMPN 49 Makassar, Ikhsan, S.Pd M.Pd beserta jajaran dewan guru.
Kegiatan Monev dan Supervisi berpusat di ruang laboratorium sekolah. Di sana, tim pengawas tidak hanya melakukan pemeriksaan berkas, tetapi juga berdialog langsung untuk memberikan masukan dan solusi konstruktif, baik terkait supervisi akademik maupun manajerial.
Selain itu, tim pengawas juga memeriksa kelengkapan administrasi guru yang kini dituntut untuk dapat terintegrasi dengan metode pembelajaran mendalam (deep learning).
Tiga Poin Penting dari Tim Monev dan Supervisi
Dalam arahannya, pengawas memberikan catatan penting yang menjadi instrumen utama dalam peningkatan mutu sekolah:
Pengawas SMP, H. Taufik Tajuddin, menekankan bahwa proses pembelajaran kokurikuler di sekolah wajib diselaraskan dan mengakar pada implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Sementara pengawas SMP Hasdy, meminta para guru untuk memperketat pendidikan nilai-nilai karakter. Hal ini krusial dilakukan agar generasi Z di lingkungan sekolah benteng dari perilaku negatif dan kenakalan remaja, seperti aksi tawuran maupun keterlibatan dalam geng motor.
Dari pihak MGTK, Dr. Syamsul Bahri memberikan penguatan mengenai pentingnya menyusun modul ajar yang menerapkan pembelajaran mendalam. Ia menyarankan agar guru menyusun modul ajar secara spesifik per pertemuan demi efektivitas di kelas.
Paridawati menambahkan, bahwa output utama yang ingin dicapai adalah lahirnya ketertiban administrasi yang berbanding lurus dengan implementasi nyata di dalam kelas. Guru-guru tidak hanya tertib secara dokumen, tetapi benar-benar mengimplementasikannya saat mengajar sehingga membawa dampak jangka panjang bagi iklim akademik di SMPN 49 Makassar.
Pihak sekolah berharap melalui momentum ini diharapkan memacu guru untuk saling berbagi praktik baik melalui wadah Hari Belajar Guru (HBG), baik di dalam lingkup MGMP yang sama maupun lintas mata pelajaran.
Kegiatan monev dan supervisi ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan foto bersama serta obrolan ringan sekitar dinamika pendidikan di Kota Makassar. (@ruri)













