AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MUNAFRI-ALIYAH (MULIA) : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Gaung Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Sinjai di Depan Gedung KPK: KAJI Indonesia Desak Pengusutan Tuntas


Berita Online Sulawesi, Jakarta — Terik panas siang di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, mendadak pecah oleh suara pengeras suara dari atas mobil komando, Rabu (13/5/2026). 

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Kajian Akademik dan Jaringan Intelektual Indonesia (KAJI Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa, membawa isu dugaan penyimpangan yang datang jauh dari belahan selatan Sulawesi.

Di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian, massa membentangkan spanduk tuntutan dan bergantian menyampaikan orasi. Fokus utama mereka adalah mendesak lembaga anti rasuah untuk segera turun tangan menyelidiki proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang menelan anggaran fantastis senilai Rp93 miliar.

Berdasarkan pernyataan sikap massa aksi, proyek jumbo tersebut berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, bertindak sebagai pelaksana pekerjaan adalah salah satu BUMN karya, PT Waskita Karya.

Meski sempat memanas karena orasi yang menggelegar, aksi tersebut berlangsung relatif singkat dan kondusif. Dua pegawai KPK keluar menemui massa dan menerima perwakilan demonstran untuk berdialog.

Pihak KPK menyatakan akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta dokumen laporan yang disampaikan oleh massa. Setelah mendapat komitmen tersebut, massa KAJI Indonesia akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Namun, urusan ternyata belum selesai di situ. KAJI Indonesia langsung mengumumkan rencana untuk menggelar Aksi Jilid II dalam waktu dekat. Mereka mulai mempertanyakan keseriusan KPK dalam menindaklanjuti laporan resmi yang sebenarnya telah mereka masukkan beberapa hari sebelum demonstrasi ini digelar.

Bagi KAJI Indonesia, dugaan kasus bernilai puluhan miliar rupiah ini tidak cukup hanya dijawab dengan penerimaan aspirasi secara formal formalitas.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak BBWS Pompengan Jeneberang maupun PT Waskita Karya belum memberikan penjelasan resmi atau konfirmasi terkait tudingan dan tuntutan yang dilayangkan oleh massa aksi di depan gedung KPK tersebut. (*)

(Direpost dari Kosongsatunews.com/ Judul asli berita: Sorotan Proyek Irigasi Rp93 Miliar di Sinjai Menggema hingga Gedung KPK)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026