SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447H / 2026M MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN | AYO KITA DUKUNG PROGRAM PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO DAN WAKIL PRESIDEN RI GIBRAN RAKABUMING RAKA BERSAMA KABINET MERAH PUTIH SERTA MENDUKUNG PROGRAM VISI PEMERINTAHAN MULIA : MAKASSAR UNGGUL, INKLUSIF, AMAN DAN BERKELANJUTAN

Ujung Tombak Mutu Pendidikan, SDN Mongisidi III Siap Menerapkan Hasil Pendampingan SPMI


Makassar, Berita Online Sulawesi.Com - Masih rendahnya kualitas pendidikan menjadi salah satu persoalan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia saat ini. Hal penting yang harus sekolah lakukan sebagai pelaku utama atau ujung tombak penjaminan mutu pendidikan adalah meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP).

SPMP terdiri dari dua bentuk, yaitu (1) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan (2) Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Kedua sistem tersebut saling terkait, sama-sama penting dan sama-sama diperlukan. Tetapi hal yang paling utama penjaminan mutu adalah SPMI yang dilakukan oleh sekolah melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS).

Terkait dengan argumen diatas, SD Negeri Mongisidi III Makassar belum lama ini melaksanakan pendampingan SPMI di bawah binaan atau dipandu langsung oleh pengawas satuan pendidikan dalam rangka penguatan mutu pendidikan dan tata kelola sekolah.

Kegiatan ini melibatkan warga sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Guru hingga Staf SDN Mongisidi III. Kolaborasi ini bertujuan duduk bersama memikirkan dan menyusun berbagai program terhadap peningkatan mutu sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, pengawas pembina memberikan arahan mengenai implementasi siklus SPMI yang meliputi pemetaan mutu, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penetapan standar mutu sekolah. Para guru juga diberikan kesempatan berdiskusi dan memetakan kebutuhan perbaikan sekolah secara lebih terarah.

Dengan selesainya pelaksanaan pendampingan SPMI, SDN Mongisidi III menegaskan siap menerapkan hasil pendampingan demi peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Hal itu juga menunjukkan komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam memperkuat budaya mutu serta memastikan terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif dan berpihak kepada peserta didik.

Singkat kata, penjaminan mutu pendidikan harus terus menerus diperjuangkan. Mutu tidak lagi diposisikan sebagai beban tetapi sebagai kebutuhan bahkan gaya hidup. Mutu bukan lagi menjadi tanggung jawab pihak tertentu tetapi menjadi urusan setiap orang, titik ?. (*)

Editor: Redaksi | Copyright © 2026