Memahami Pentingnya Menjaga Kebersihan Sekolah - Kelas , Guru SDN Kumala Adakan Edukasi "Ayo Memilah Sampah"
Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Kumala, Sultan Abadi, S. Pd membuka kegiatan presentasi Ayo Memilah Sampah, Kamis (15/1/2026)
Makassar, Berita Online Sulawesi.Com - Ditengah kesibukan proses pembelajaran di satuan pendidikan sekolah sehari hari tentu akan banyak sampah yang bisa saja menimbulkan aroma kurang sedap mulai dari sampah makanan sampai kantor karena banyaknya aktivitas.
Oleh karena itu, salah satu kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk menangani sampah dan menciptakan suasana lingkungan sekolah yang lebih rapi tertata adalah mulai dari memilah sampah.
Miftahul Khaera, S.Pd dan Sri Wahyuni, S.Pd guru UPT SPF SD Negeri Kumala Makassar yang peduli terhadap sampah, Kamis 15 Januari 2025 telah mengadakan kampanye “Ayo Memilah Sampah”.
Saluran edukasinya dilakukan melalui presentasi kepada murid-murid SD Negeri Kumala. Lewat presentasi tersebut mereka membantu para murid untuk memahami tentang pentingnya pemilahan sampah sehingga dapat mempermudah organisasi sampah dalam menangani.
Mereka juga memberitahukan kepada murid tentang manfaat yang dapat dirasakan dengan melakukan aktivitas pilah sampah yaitu membantu menjaga lingkungan (sekolah), menciptakan ruang kelas yang nyaman dan mengurangi limbah. Selain itu, memilah sampah dapat memudahkan proses daur ulang dan mengubah sampah menjadi sumber daya berguna.
Dari flayer "Ayo Memilah Sampah" yang dibagikan oleh Ibu Ika Andriani, S.Pd secara garis besar dijelaskan bahwa sampah terdiri dari sampah organik, sampah non organik dan sampah bahan berbahaya beracun (B3). Cara memilah sampah berdasarkan tiga jenis tempat sampah dan warna yang berbeda yaitu hijau untuk sampah organik, kuning, sampah non organik dan merah, sampah B3.
Untuk tempat sampah yang berwarna hijau, artinya hanya sampah- sampah organik yang dapat dibuang ke tempat tersebut. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, dedaunan dan sampah alam (kayu, ranting pohon) Manfaat dalam sampah organik bisa diolah untuk pupuk tanah atau kompos.
Sampah non organik harus dibuang ke tempat sampahnya yang berwarna kuning berisikan botol plastik, kaca, logam dan kertas. Fungsi untuk memilah jenis sampah non organik karena dapat didaur ulang.
Sementara untuk tempat sampah barang berbahaya atau B3 ini berwarna merah dan berisikan sampah yang sifatnya berbahaya seperti baterai, cat dan bahan kimia. Dengan memilah sampah B3 untuk menghilangkan resiko bahaya racun dan mudah terbakar.
Masih dari isi flayer Ayo Memilah Sampah, ada empat manfaat yang dapat dirasakan mengapa penting melakukan aktivitas pilah sampah disekolah. Pertama dapat menjaga kebersihan lingkungan, kedua mengurangi polusi, ketiga menjaga kesehatan dan keempat memberikan contoh agar orang lain terinspirasi untuk memilah sampah.
Dari presentasi yang dilakukan kedua guru SDN Kumala "Ayo Memilah Sampah" diharapkan seluruh murid SD Negeri Kumala dapat menjadikan aktivitas memilah sampah sebagai salah satu kebiasaan selama di lingkungan sekolah lalu mengaplikasikan pilah sampah saat berada di kelas masing-masing.
Dalam kegiatan presentasi ini hadir menyampaikan sepatah kata sekaligus membuka acara yaitu Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Kumala, Sultan Abadi, S.Pd bersama sejumlah perwakilan guru wali kelas. (*)








